Penulis : Ajun Ally
Inf@sekitarkita.com (Madiun) - Usai berbunga hingga memasuki isi butiran biji kedelai, biasanya tikus sawah mulai menyerang dan merusak tanaman tersebut.
Dalam dua pekan ini, tikus sawah menyerang puluhan hektar tanaman kedelai milik petani Desa Meteseh, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Untuk menjaga tanaman kedelai hingga panen, para petani memasang perangkap dibeberapa titik dengan media ikan asin yang dicampur obat pembasmi tikus.
"Selain itu, juga ada yang memakai lem tikus diletakan dibeberapa titik lahan," kata Sukir (45), seorang petani asal desa setempat, Selasa (4/8/2009).
Meski demikian, menurut dia, hasilnya tidak maksimal bahkan yang diperoleh para petani kerugian pembelian obat pembasmi maupun lem tikus.
Ditambah kerugian tanaman kedelai yang sedang berisi butiran kedelai, karena rusak dimakan ribuan tikus itu. Agar kerusakan tanaman tidak parah, maka para petani pembasmi secara menual.
"Sejak pagi tadi, kami rame-rame melakukan gropyok (kejar-kejar) tikus baik yang masih didalam lubang maupun disemak-semak tanaman," jelasnya.
Ia menlanjutkan setelah tikus itu ditangkap, kemudian dikumpulkan untuk dibakar dengan damen/ilalang bekas tanaman padi musim lalu.
"Cara ini, ternyata menghasilkan. Kegiatan gropyok tikus, akan terus dilakukan setiap ada tanda-tanda penyerangan tanaman," tandasnya.**
Senin, 03 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar