Penulis : Ajun Ally
Inf@sekitarkita.com [Magetan] - Tim SAR pemerintahan Yaman, akhirnya menghentikan proses pencarian para korban pesawat Yemenia Air yang jatuh di Samudera Hindia, kepulaan Maroko.
Padahal, berbagai alat canggih sudah diterjunkan di Samudera itu. Namun, tetap saja hasilnya nihil. Bahkan, solusi untuk mengangat bangkai pesawat hingga ketepian Samudera Hindia saja tidak bisa.
"Karena, bangkai Yemenia Air berada didasar laut. Alat canggih yang diterjunkan dilokasi, juga tidak mampu menjangkaunya," ujar Kadimin, anggota Kodim Magetan yang juga paman Richa Dwiyana Margareta (21)--pramugari asal Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Senin (3/8/2009).
Ia mengatakan meski pencarian dihentikan, keluarga di Magetan tetap berharap ada keajaiban--nasib Richa segera diketahui. Pemerintah Yaman sendiri, akhirnya memberi waktu hingga 40 hari kabar akan disampaikan melalui masing-masing Kedubes di Maroko.
Karena tidak ada kepastian, ayah kandung Richa Dwiyana Margareta yakni Suyono (48)--yang sebelumnya berada di Moroko kota terdekat dari lokasi jatuhnya pesawat Yemenia Air, kini kembali ditanah air.
"Maaf mas, pak Suyono belum bisa memberikan keterangan. Informasi dari pak Suyono, keluarga Richa Dwiyana Margareta di Magetan diminta menunggu selama 40 hari sejak prosen pencarian dihentikan," jelasnya.
Dia menambahkan bila ternyata para korban dan bangkai Yemenia Air itu, tidak ditemukan-maka keluarga di Magetan mengiklaskan atas kepergian Richa Dwiyana Margareta.
"Kami di Indonesia, hanya bisa mendo'akan 'kalau memang Richa sudah meninggal' semoga arwahnya tenang dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT," tandasnya.**
Senin, 03 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar