Penulis : Ajun Ally
Inf@sekitarkita.com (Madiun) - Target menangkap gembong terorisme Noordin M. Top serta pelaku bom Jakarta terus dilakukan jajaran Kepolisian Wilayah (Polwil) Madiun.
Polisi tidak hanya penempel atau menyebar foto-foto Dafar Pencarian Orang (DPO) Noordin M. Top, tapi juga meningkatkan pengawasan maupun penyelidikan.
Hingga ini, polisi baik Intelijen maupun Satreskrim Polres Madiun--siang malam melakukan pengawasan diareal lokalisasi Wisma Wanina Harapan (WWH) Gude, Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten setempat.
"Siang malam, banyak Intelijen masuk diareal ini. Bahkan, 11 wisma selalu menjadi perhatian polisi," ujar Soewadji, ketua RT 06 yang juga pengurus dan pembina WWH Gude, Selasa (4/8/2009).
Menurutnya sejak adanya pencarian pelaku bom di Jakarta serta DPO Noordin M. Top, anak binaannya (PSK) selalu menggenakan ID Card WWH Gude.
Setip jam praktek, mereka wajib menggenakan ID Card itu. Tujuanya, agar tamu yang datang lebih mengenal wanita yang akan dikencani.
Selain itu, juga keamanan suatu saat ada razia baik dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun Samapta Polres Madiun tidak digaruk.
Mengngat, sejak maraknya pencarian pelaku terorisme--lokalisasi WWH Gude sering menjadi perhatian polisi.
"Masing-masing penelola wisma, diminta untuk mendata kepada setiap tamunya yang datang. Karena, ini demi keamanan bersama," katanya.
Tidak hanya itu, tambah dia, sebanyak 75 wanita PSK binaannya yang tidak memiliki KTP atau masa berlakunya habis--langsung disuruh pulang.
Syarat untuk kembali ke Lokalisasi WWH Gude, mereka wajib membawa KTP dari tempat asalnya. Mengingat 50 persen PSK dan mamie Gude, dari luar Madiun.**
Selasa, 04 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar